APA KABAR, INDONESIAKU?

Kemerdekaan adalah suatu hal yang begitu diimpikan bangsa Indonesia puluhan tahun silam. Kemerdekaan bak hal mahal yang sangat sulit diraih dan direalisasikan, mengingat penjajahan bangsa Belanda juga Jepang kepada tanah air Indonesia selama kurang lebih 3 abad membuat bangsa Indonesia terpuruk dan terpaksa menjadi pribumi terjajah, bodoh, dan tertinggal.

Hingga akhirnya, kemerdekaan itu berhasil dicapai dengan susah payah berkat para pahlawan yang mengorbankan jiwa raga demi negeri tercinta.  Oleh bapak presiden pertama Indonesia saat itu, Ir. Soekarno. Pukul 10.00, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur no.56; Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan. Disaksikan oleh banyak pihak, begitu khidmat dan haru.

Peristiwa tersebut seharusnya menjadi cambuk keras bagi generasi muda Indonesia, khusunya para pelajar yang idealnya terpelajar dan mengerti akan makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia saat itu. Supaya, dapat terus memaksimalkan perjuangan pahlawan terdahulu dalam memerdekakan negara yang mereka pijaki, aman dan tenteram.

Idealnya, peran siswa dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan melanjutkan perjuangan kemerdekaan yang telah susah payah diraih oleh para pahlawan terdahulu. Intinya, antara peran pejuang kemerdekaan dan peran siswa adalah sama. Hanya saja, peran pejuang kemerdekaan yaitu memperjuangkan kemerdekaan yang belum diraih, sedangkan peran siswa adalah untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih. Tentu saja, peran itu didapatkan siswa setelah ia mengerti, paham apa itu kemerdekaan. Hal mewah bagi nenek moyang kita beberapa tahun silam. Dan betapa tak sopan mereka apabila menyia-nyiakan kemerdekaan.

Sayangnya, dewasa ini malah banyak sekali generasi muda pelajar yang harusnya terpelajar, tak paham makna apa itu kemerdekaan. Bagaimana sulitnya kemerdekaan itu diraih. Dan amannya kita berpijak di bumi Indonesia berkat sebuah kemerdekaan. Mereka lupa, mereka adalah generasi muda terpelajar dengan peran meneruskan peran para pahlawan terdahulu dalam merealisasikan kemerdekaan.

Jika pertanyaan muncul, apa yang perlu dimerdekakan? Bukankah negara kita sudah merdeka?

Memang, sudah tidak ada pistol, bom, meriam dan alat perang menakutkan lainnya yang menjajah negeri kita. Tetapi, bagaimana dengan kasus korupsi politisi di Indonesia? Bagaimana dengan angka pengangguran yang membludak? Bagaimana dengan angka kemiskinan yang semakin tinggi? Apa kabar warga negara juga generasi muda yang tak tahu bahkan tak mau tahu kondisi negeri kita Indonesia?

Kita memang sudah merdeka secara fisik. Tapi tidak dengan pemikiran. Sangat sedikit sekali pelajar yang sadar, tentang retaknya negeri ini. Tentang tak lagi damainya pemerintahan kita. Tentang pemimpin yang tak lagi paham tugas pemimpin yang berat, yang wajib dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Tentang perlahannya kaum kafir ikut campur di segala aspek pemerintahan. Tentang kerjasama negeri kita dengan musuh-musuh Islam.

Seharusnya generasi muda sadar! Bangun! Bangun! Bangun! Indonesia tak se-aman dulu. Indonesia tak se-islami dulu! Perjuangkan lagi kemerdekaan Indonesia! Kemerdekaan pemikiran tak hanya kemerdekaan fisik! Kemerdekaan tanpa mobilisasi serta bayang-bayang Tiongkok dan Amerika!

 

 

Advertisements