Suatu waktu aku pernah mengalaminya. Bahagia yang semu. Bahagia yang hanya terasa detik ini, namun belum tentu esok.
Suatu waktu aku pernah merasakannya. Mengharap pada yang buram. Tidak jelas nasib harapan itu di masa akan datang.

Suatu waktu aku pernah bicara, bahwa aku ingin. Tapi aku tidak yakin.

Kemudian kini kukatakan. Aku enggan kembali pada suatu waktu itu. Sebab suatu waktu yang pernah kulalui, sungguh meninggalkan rasa kecewa. Rasa kecewa itu temannya terluka. Dan aku tidak mau terluka. Karena terluka itu pahit rasanya.

Maka dari itu, berharaplah hanya pada Allah semata. Karena manusia yang datang kepada-Nya, tidak akan pulang dalam keadaan kecewa.

(Kalimat terakhir mengutip dari Ust. Hanan Attaki, Lc.)

Advertisements