Saat hendak bermimpi, ada satu hal yang menurutku penting untuk dimiliki. Yaitu rasa berani.
Berani bermimpi bagiku sama juga berani untuk menerima apapun setelah apa yang diperjuangkan. Apakah hasilnya itu sesuai dengan apa yang diinginkan, atau belum seperti yang diharapkan.

Berani bermimpi, ya juga berani terima kenyataan. Beberapa golongan manusia bilang, “Kita harus terima takdir!”

Ya, memang itu kenyataannya. Aku sering sekali punya mimpi yang belum kunjung aku wujudkan. Bahkan ada mimpi-mimpi yang kandas di tengah jalan, sebab berbagai situasi kompleks yang membuat mimpi itu ‘agaknya’ terlalu menantang untuk direalisasikan. Tapi bukan berarti tidak mungkin, bukan?

Tapi, dari pengalaman-pengalaman tersebut, Allah mengajarkan aku banyak hal. Allah ajarkan aku mulai dari bagaimana bersabar dan tawakkal, hingga bagaimana caranya ikhlas pada takdir yang sudah ditetapkan-Nya.

Dan perkara-perkara itu, masih aku pelajari hingga saat ini. Karena, aku mau menjadi hamba yang pandai menyikapi garisan takdir-Nya. Sebab, aku ingin menjadi abdi yang selalu yakin dan bersyukur tentang apapun ketetapan-Nya.

Advertisements